dengan semerbak embun terus mengiringi ku pagi ini..
cahaya cahaya bulan masih bersaksi bahwa aku masih menunggu mu.
dengan pekat malam menjelang pagi.
aku masih disini...
dingin mendekap ku dalam sajak yang menari kali ini,
tak tanggung, embun bernyanyi.
namun ada yang menetes di antara nada dan irama,
apakah itu air mata ?
coba dengar nyanyian itu, kini kembali sunyi...
tak berbentuk, tak utuh dengan apa yang ada dalam note itu sendiri.
hingar pagi mulai datang,
malam melanjutkan tidurnya hingga ia berubah menjadi kelabu.
pekat pekat itu hilang, dalam damai..
diksi diksi itu hilang, dalam pucuk ciremai..
sajak sajak itu hilang, dalam puisi..
dimanakah kamu berada,
aku masih di sini,
menunggu dekapan mu kembali.
furo,cirebon2023
aku masih disini...
dingin mendekap ku dalam sajak yang menari kali ini,
tak tanggung, embun bernyanyi.
namun ada yang menetes di antara nada dan irama,
apakah itu air mata ?
coba dengar nyanyian itu, kini kembali sunyi...
tak berbentuk, tak utuh dengan apa yang ada dalam note itu sendiri.
hingar pagi mulai datang,
malam melanjutkan tidurnya hingga ia berubah menjadi kelabu.
pekat pekat itu hilang, dalam damai..
diksi diksi itu hilang, dalam pucuk ciremai..
sajak sajak itu hilang, dalam puisi..
dimanakah kamu berada,
aku masih di sini,
menunggu dekapan mu kembali.
furo,cirebon2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar