pada malam yang menghunus memori,
di antara sendu yang berbisik menusuk sepi..
apa kau tahu apa arti angin yang berhenti.
seketika angin itu membawa segumpal rindu yang menekan jiwa,
dalam alunan nada hampa, aku terus meratapi..
pada malam yang menghunus meomori,
di antara malam yang mengutus cakrawala,
entah apa, yang kurasa hanya duka..
dari beberapa sajak pun aku terus menulis luka.
luka ku begitu abadi,
tiada seorang pun yang bisa memahami.
pada malam yang menghunus memori,
diantara siyik nya pekat gulita,
tertawalah, karena tertawa bisa mengisi jiwa yang hampa.
tak terbendung oleh luka, seperti di nestapa..
pada malam yang menghunus memori,
aku berdiri, dalam penantian ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar