dari beberapa tahun yang lalu, luka ku masih belum sembuh seutuhnya..
mungkin masi ada sebuah tusukan yang begitu tajam yang membeku, dari sebuah harapan dan
janji yang pernah kau beri sebelumnya.. penjelmaan-penjelmaan merasuki setiap
siku jantuntungku.. dalam setiap malam yang tak bisa membuat mataku tertutup,
kau adalah alasannya.. pemikaran-pemikiran masih sama seperti dahulu..
waktu begitu cepat berlalu.. entah apa yang membuat mu ragu, dari setiap janji mu..
mungkin semuanya hanya semu.. sembari aku berbicara dengan hati dan logika,
aku sembari menulis sebuah puisi ku.
puisi-puisi yang menjelma dalam kabut yang berada di dalam nestapa,
puisi-puisi yang berasal dari luka.
aku, dan luka ku, kini menunggu..
dalam sebuah jalan yang menuju di persimpangan,
luka ku masih membeku..
saskitnya masih terasa dalam setiap angan..
mungkin ini yang yang dinamakan jatuh cinta,
cintanya sudah terasa...
sisanya yah hanya lukanya.
mungkin masi ada sebuah tusukan yang begitu tajam yang membeku, dari sebuah harapan dan
janji yang pernah kau beri sebelumnya.. penjelmaan-penjelmaan merasuki setiap
siku jantuntungku.. dalam setiap malam yang tak bisa membuat mataku tertutup,
kau adalah alasannya.. pemikaran-pemikiran masih sama seperti dahulu..
waktu begitu cepat berlalu.. entah apa yang membuat mu ragu, dari setiap janji mu..
mungkin semuanya hanya semu.. sembari aku berbicara dengan hati dan logika,
aku sembari menulis sebuah puisi ku.
puisi-puisi yang menjelma dalam kabut yang berada di dalam nestapa,
puisi-puisi yang berasal dari luka.
aku, dan luka ku, kini menunggu..
dalam sebuah jalan yang menuju di persimpangan,
luka ku masih membeku..
saskitnya masih terasa dalam setiap angan..
mungkin ini yang yang dinamakan jatuh cinta,
cintanya sudah terasa...
sisanya yah hanya lukanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar