berbicara tentang rasa,
aku sudah terlanjur jauh berlayar.
dari yang paling sederhana
hingga fiksi yang sering
di lontarkan penuh harapan.
aku seorang manusia, tuhan.
bukan batu atau pun kayu alam liar
yang kau buang tanpa alasan
dan bangkit dengan sedikit harapan. sedikit lagi kita akan pulang,
bukan menemui bahagia.
bukan juga membangun atap bersama kita pulang,
dengan duka yang teramat dalam. pijakan demi pijakan,
semata hanya jejak yang melelahkan.
mari pulang tuan..
puisi ku kini tinggal kenangan.
furo,cirebon2021
Senin, 31 Mei 2021
KEPING 31.05
masih dengan senja dan jingga Nya,
nampak indah namun beberapa waktu..
ia harus berlabuh..
bukan untuk pergi..
namun, ia akan kembali di jam yang sama.
di saat yang lain tak mencarimu.
aku selalu.. ingin sekali bertemu denganmu,
menanyakan beberapa pertanyaan,
termasuk...
mengapa kau tak lelah menunjukan keindahan ?
meski tak semua orang peduli denganmu ?
furo,cirebon2021
Langganan:
Postingan (Atom)
SENDU MU TAK LAGI KU JUMPA
malam kembali, tapi tidak dengan rindumu, angin kembali, namun tidak dengan sendumu, sajak sajak itu kembali riuh, puisi puisi itu mebali m...
-
Pada Sepi.. Wahai senyap yang menelan ceritaku Kemarilah menikmati sepi bersamaku Lenyapkanlah gelap harap yang menggenggamku Biarkanlah...
-
masih dengan senja dan jingga Nya, nampak indah namun beberapa waktu.. ia harus berlabuh.. bukan untuk pergi.. namun, ia akan kembali di jam...